Teknik Dasar Fotografi

Teknik Dasar Fotografi

Fatimah

Keterangan foto: Foto dokumentasi pribadi. WB: Auto. f/5.6, 1/250, 200. Taman Menteng.

Fotografer harus memperoleh eksposur yang tepat. Eksposur memperoleh dari tiga kombinasi elemen, yaitu diafragma, kecepatan rana, dan ISO. Ketiga elemen dikenal dengan sebutan The Triangle of Exposure.

Teknik dasar fotografi harus menguasai semua elemen. Setiap orang berbeda-beda menjelaskan kriteria foto yang baik.

Sebelum mengatur The Triangle of Exposure, terlebih dahulu mengatur White Balance pada kamera. Pengaturan white balance disesuaikan dengan cahaya tempat yang akan dipotret. White balance terdiri dari, Auto, Claudy, Daylight, Shade, Flash, Tungsten, dan Fluorescent.

Elemen Eksposur

1. Diafragma atau Aperture

Diafragma atau aperture berfungsi untuk mengatur jumlah intensitas cahaya yang masuk ke dalam kamera. Diafragma diukur menggunakan satuan f-stops. Lambang f/ adalah ukuran dan diakhiri dengan angka. Dimulai dari f/1.4, f/2, f/2.8, f/4, f/5.6, f/8, f/11, dan f/16. Semakin kecil angka yang ditujukan, maka semakin besar bukaan diafragma. Semakin besar angka yang ditujukan, maka semakin kecil bukaannya.

2. Kecepatan Rana atau Shutter Speed

Kecepatan rana atau shutter speed berfungsi untuk menentukan seberapa cepat atau lambat cahaya yang mengenai sensor kamera. Kecepatan rana dihitung dalam satuan detik. Dimulai dari kecepatan B, 1, ½, ¼, 1/8, 1/15, 1/30, 1/60, dan seterusnya. Semakin cepat kecepatan rana, maka semakin dikit pergerakan objek terekam pada kamera. Semakin lambat kecepatan rana, maka semakin banyak pergerakan objeknya.

3. ISO

ISO berfungsi untuk menentukan seberapa tinggi sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya yang mengenainya. ISO dimulai dari angka 80, 100, 200, 400, dan seterusnya. Semakin tinggi nilai ISO, maka semakin sedikit cahaya yang dibutuhkan dan semakin tinggi noise yang dihasilkan. Semakin rendah nilai ISO, maka semakin banyak cahaya yang dibutuhkan dan semakin dikit noisenya.

The Triangle of Exposure

Analogi The Triangle of Exposure, seperti mengisi air melalui keran ke dalam ember. Diafragma sebagai bukaan pada keran, kecepatan rana sebagai waktu pengisian, dan ISO sebagai ember.

Ketika keran dibuka lebar dengan waktu pengisian yang lama, maka air di dalam ember akan meluap. Analogi tersebut bahwa diafragma yang dibuka lebar dengan kecepatan rana lambat, mengakibatkan cahaya yang masuk terlalu banyak sehingga terjadi kelebihan cahaya atau over exposure. Jadi, hasil fotonya cenderung berwarna putih atau pucat.

Oleh karena itu, bukaan diafragma dan kecepatan rana harus seimbang atau setara nilainya, maka ISO akan mengikutinya.


Sumber:
Noviantoro, Yoga dan Luna, Hikari. 2014. Njepret Otodidak: Kamera DSLR untuk Pemula. Yogyakarta: Trans Idea Publishing.

Komentar

  1. Waaaahhhh, terimakasih banyak ilmunya, sangat bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kak Alarik sama-sama 😊
      Alhamdulillah

      Hapus
    2. Semoga kamu bisa jadi fotografer profesional yaa..

      Hapus
    3. Aamiin..
      Terima kasih banyak Kak Alarik doanya. 😊
      Sukses juga ya buat kaka 😊

      Hapus
  2. ilmu nya bermanfaat :) terimakasihh telah berbagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai kak Gavitha Gameka
      Terima kasih kembali ya 😊

      Hapus
  3. Waahh bermanfaat banget nih buat yang pemula dalam fotografi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh terima kasih banyak Hadi 😊
      Semoga bisa bermanfaat ya 😊

      Hapus
  4. Kerennn. Semakin mengerti bagian The Triangle of Exposure karena suka lupa2 pada hal penting bgt😝

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Nabila Devianti 😊
      Semoga bermanfaat ya 😊

      Hapus
  5. Sangat membantu sekali ilmunya! 💞💞💞

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Kathrinariesta 😊
      Semoga bermanfaat yaa 😊

      Hapus
  6. Sangat membantu untuk pemula, dan mungkin kalau analoginya lebih beragam akan sangat mempermudah proses pembelajaran. Mantul banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak kak Arif 😊
      Siap.. Akan saya tuliskan ditulisan berikutnya ya..
      Semoga bermanfaat 😊

      Hapus
  7. akhirnya ada yang ringkass pembahasanya makasii infonyaa ! Sangat membantuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ka Ar, karena ini tulisan artikel, jadi menyesuaikan dari ketentuan untuk menulis.
      Terima kasih kembali ya.. Semoga bermanfaat 😊

      Hapus
  8. Penjelasan yang mudah di mengerti, bahkan perbagian pentingnya di jelasin dengan rinci, jadi semangat buat hunting besok 😎😎

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh.. Terima kasih banyak KahfiRey.. Semoga bermanfaat yaa.. Semangat untuk huntingnya! 😊👍

      Hapus
  9. Wah jdi mau belajar fotografi seru kyknya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat kak BacktoNature untuk belajar fotografi. Semoga bermanfaat yaa 😊

      Hapus
  10. Mantap nih ilmunya makasih yaa udah berbagi ilmu fotografi nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh.. Terima kasih banyak kak Penikmat Senja. Semoga bermanfaat ya.. 😊

      Hapus
  11. Wah, informatif banget. Mmakasih ya fatim, aku jadi bisa belajar fotografi dehh hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali yaa Nurnafisah 😊
      Semangat buat belajar fotografinya!

      Hapus
  12. Assalamu'alaikum.. Aku si berkunjung aja ya, ga ngerti kontennya. Ehehehehehe~ 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumussalam kak Annisa Qurrota A'yun.. Terima kasih banyak kak sudah mau berkunjung ke blog saya :) Semoga bisa bermanfaat ya ka :)

      Hapus
  13. Keren ihh Masya Allaah akhirnya Nemu yg kaya gini ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak kak Euis Khodijah.. Semoga bermanfaat yaa :)

      Hapus
  14. Emang penting banget yah memperhatikan tiga sekawan ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah..benar sekali Rifdah Khalisha. semoga bermanfaat ya :)

      Hapus
  15. Terima kasih infonya, sangat bermanfaat! Apalagi buat aku yg gak jago-jago amat di dunia fotografi. Hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali Amelia. Semoga bermanfaat yaa 😊

      Hapus
  16. Balasan
    1. Bukan inget kak Dessy, tapi kangen nih wkwk

      Hapus
  17. Bermanfaat sekali ya 😊 jadi ingin memotret lagi...

    BalasHapus
  18. Mantap kak, bermanfaat, saya juga baru belajar fotografi XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wiihhh.. Semangat yaa Marurun motretnya 😊

      Hapus
  19. Alhamdulillah, bisa nih buat bahan belajar fotografi pemula, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bermanfaat yaa Afdhallul Fikri.. Semangat motretnya 😊

      Hapus
  20. Asikk nambah lagi ilmu tentang motret motrett

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.. Semoga bermanfaat yaa Fani. Semangat motretnya 😊

      Hapus
  21. Makasih fatimah, infonya sangat membantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak yaa.. Semoga bermanfaat 😊

      Hapus
  22. Bagus, bermanfaat, untuk jadi referensi.

    BalasHapus
  23. Waah makasih banyak ya, ilmunya membantu banget!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali yaa Adityasari Dwi 😊
      Semoga bermanfaat ilmunya..

      Hapus
  24. Udah lama ga motret jadi lupa sama ketiga unsur penting tersebut, makasih yaa ilmunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh dengan tulisan ini semoga tidak lupa lagi yaa Deva Norita Putri Kartadilaga 😊

      Hapus
  25. Wah ilmu nya sangat bermanfaat bangett.. terimaksihh 😊😊

    BalasHapus
  26. Mantap Fatimah...sukses kuliahnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kaskh banyak yaa.. Sukses kembali 😊

      Hapus

Posting Komentar